Sunday, April 26, 2009

Kasih Yang Terutama...








Shalom kembali saudara/i dalam kasih Tuhan,

Selamat kita bertemu sekali lagi, kali ini saya ingin kongsikan kepada kita semua disini mengenai "Kasih yang terutama". Pasti kita tahu apakah itu kasih. Kali ini kasih yang saya kongsikan adalah kasih daripada Allah.

Saya ingin berkongsi pengalaman saya dimana saya telah menyimpan dendam terhadap seseorang peribadi. Pertama kali saya merasakan perasaan dendam yang amat mendalam karna saya amat dilukai waktu itu dengan seseorang.

Pada suatu masa pada pertengahan tahun 2006, saya terus terang katakan saya telah memutuskan hubungan saya dengan seseorang karna tidak kefahaman lagi dalam diri kami masing-masing. Pada waktu itu, amat perit sekali rasanya karna hubungan kami telah terjalin selama 3 tahun dan hubungan itu putus dengan mudahnya.

Pada ketika itu saya melanjutkan pelajaran saya di semenanjung Malaysia. Disebabkan terlalu jauh, kami pun putus dalam message(canggih katakan). So, waktu itu, perasaan dendam saya timbul dan semakin hari semakin dendam itu mengawal diri saya. Setelah putus pun, perasaan dendam itu membara dan membara. Dan kami menjadi kawan pun perasaan dendam masih timbul sehingga kami ber'message' pun saya dengan perasaan marah. Apa lagi kalau berbual melalui 'handphone'.

Sungguh susah untuk saya membuang perasaan dendam itu sehingga saya tidak mahu berjumpa sekalipun dengan dia walaupun hubungan kami telah putus. Sukar untuk saya memaafkan dia dan juga dia tidak tahu apa yang saya alami. Then saya pernah beritahu dia tentang perasaan ini dan dia merasa sedih apabila mendengar apa yang saya alami. Tapi dia mahupun saya pun tidak dapat mau berbuat apa-apa karna semua ini adalah perasaan masing-masing.

Saya berdoa dan berdoa kepada Tuhan mengapakah perasaan untuk mengampuni ini tidak pernah mahu untuk hilang sedikitpun. Setiap kali saya berdoa, saya hanya serahkan kepada Tuhan karna saya tahu Kasih Tuhan adalah yang amat terindah sekali dalam peribadi kita semua. Tuhan tidak pernah membiarkan kita mahupun meninggalkan kita. Bahkan pula untuk melupakan kita. Saya hanya perlukan kasih Tuhan yang terutama dalam kehidupan saya karna selama 2 tahun saya menyimpan perasaan dendam terhadapsi dia itu. Fuhh!! Parah rasanya karna saya suka untuk menyimpan perasaan untuk diri saya sahaja.

Pada pertengahan tahun 2008, saya dapat rasakan Kasih Tuhan dalam kehidupan. Selama saya berdoa, akhirnya doa saya dijawab oleh Tuhan. Tuhan telah memberikan kasihNya kepada saya sehingga merubah kehidupan saya menjadi seorang yang mengasihi Tuhan mahupun sesama manusia. Waduh!!! Sungguh indah rasanya bila hati saya dapat mengampuni dia dan juga mengasihi dia. Pada saat itu, kami pun berkawan seperti biasa tanpa perasaan dendam mahupun dengki sekalipun. Saya pernah beritahu dia yang saya tidak lagi berdendam dengan dia dan kami pun berkawan seperti orang lain. Amin Amin Amin.

Semoga saudara/i diberkati lewat kisah benar yang menimpa kehidupan saya. Sampai sekarangpun saya masih mengasihi semua kita tidak mengira bangsa dan agamadan juga mengasihi Tuhan adalah yang terutama. Puji Tuhan!!! "Good is good, all the time". Seperti firman Tuhan katakan dalam Matius 22: 37-40. Hukum yang terutama ialah"Kasihilah Tuhan, Allahmu dengan segenap hatimu dan segenap jiwamu dan segenap akal budimu" dan Hukum yang kedua terutama adalah "Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri". Amin.

Saya yang mengasihi,

Atunz

Friday, April 3, 2009

Ku Bersyukur PadaMu Tuhan




Shalom saudara/i dalam kasih Tuhan,

Bertemu kita sekali lagi dalam atunz's blog. Kali ini saya ingin berbicara mengenai "Ku Bersyukur PadaMu Tuhan". Topik ini saya ambik dari sebuah lagu iaitu "Tinggikan DiriMu". Lagu ini menyentuh peribadi saya sebagaimana lirik-lirik yang amat bermakna dalam peribadi saya. Mari kita lihat lirik lagu ini:

Tinggikan DiriMu

Ku bersyukur padaMu Tuhan
Atas kasih Mu,
Dan bermazmur bagi namaMu
Yang Kudus...

S'bab Engkau lah kebenaran,
PadaMu ku percaya,
Betapa muliaNya Tuhanku,
Ku rindu menyatakan...

c/o:
Tinggikan diriMu
Mengatasi langit
KemuliaanMu Tuhan
Mengatasi bumi...

Tinggikan diriMu
Mengatasi langit
KebesaranMu Tuhan
Mengatasi Bumi...

Ini lah lirik lagu tersebut dimana lagu ini telah banyak merubah kehidupan saya sebagai seorang peribadi yang takut akan Tuhan. Banyak yang telah Tuhan berikan dalam kehidupan saya. Sehingga Tuhan telah buka jalan kepada saya sampai sekarang saya berada di menara gading. Tuhan menyertai setiap langkah kita dimana saja kita berada.

Disini saya ingin katakan saya amat bersyukur kepada Tuhan dengan apa yang telah Tuhan sediakan bagi saya sehingga saya masih bernafas lagi saat ini. Saya percaya saudara/i sekalian juga merasakan bagaimana saya rasakan. Segala kebaikan Tuhan tidak pernah putus-putus walau sesaat pun dalam kehidupan kita. Sebab itulah kita harus bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan. Tuhanlah batu sandungan saya dan juga kekuatan saya. Semoga kalian juga begitu. Jangan kita lupa akan kebaikan Tuhan dalam kehiduapn kita dan juga jangan kita lupa berterima kasih kepada Tuhan.

Ada sebuah cerita yang saya pernah dengar yang mengatakan ada seorang peribadi dimana beliau dibawa ke surga untuk melihat keadaan di surga. Tuhan membawa dia ke bilik-bilik khas seperti bilik doa/permintaan dan sebagainya. Semasa melewati bilik-bilik tersebut,dia sungguh gembira bila ramai manusia berdoa kepada Tuhan. Tiba-tiba, beliau melewati sebuah bilik iaitu bilik ucapan SYUKUR, dia seolah-olah tersentuh hati bila melihat bilik tersebut kekadang ada ucapan syukur daripada manusia dan juga kekadang rasa sunyi. Dia pun terfikir apakah manusia mudah meminta tetapi sukar untuk memberikan ucapan syukur kepada Tuhan. Maka dia pun menceritakan apa yang berlaku di surga dan menyuruh umat Tuhan untuk bersyukur setiap hari.

Apa yang saya pelajari dari cerita ini adalah jangan kita mudah untuk meminta tetapi mudah lupa untuk bersyukur. Kita harus bersyukur senantiasa agar apapun yang kita lakukan dalam kehidupan akan berkenan di mata Tuhan. Saudara/i sekalian, semoga kita sentiasa bersyukur kepada Tuhan dan jangan hanya untuk meminta karna Tuhan punyai segala sesuatu yang indah pada waktunya.

Semoga kita diberkati lewat daripada cerita ini bahkan juga kita sentiasa bersyukur. Karna Tuhan sentiasa bersama dengan kita dan juga melihat setiap langkah kita walau dimana saja kita berada. Tuhan memberkati semua.

Saya yang bersyukur,

Atunz

Friday, March 27, 2009

Hamba yang Rendah Hati


Shalom dalam kasih Tuhan,


Harini topik yang ingin saya kongsikan adalah mengenai 'Hamba yang rendah hati'. Pasti kita tahu apakah itu rendah hati. Rendah hati maksudnya kita tidak menunjuk-nunjuk atau berlagak dalam apapun yang kita miliki mahupun kelebihan yang kita ada. Persoalan yang ingin saya kongsikan adalah apakah saudara/i mempunyai nilai rendah diri dalam apapun yang kita lakukan dalam pelayanan mahupun dalam kehidupan seharian kita. Walaupun ada di antara kita aktif dalam pelayanan tetapi adalah hati kita 'aktif' dalam apapun yang kita lakukan.

Saya ingin kongsikan saya pernah rasakan saya mempunyai kelebihan dalam bermain musik sambil menyanyi. Kadang kala perkara ingin bisa untuk membunuh talenta yang Tuhan berikan. Kerana kita tidak sadar apakah kita menunjuk-nunjuk mahupun apakah kita merendahkan hati kita sebagai seorang Hamba Tuhan. Itulah yang seringkali terjadi kepada mudamudi kita pada masa kini. Barangkali kita sadar dan separuh sadar akan sikap kita ini. Saya juga seringkali bergumulan dalam hal seperti ini. Sehingga saya terbaca satu artikel mengenai Hamba yang rendah hati. Saya ingin membawa kita semua untuk sama-sama membaca petikan dari seorang hamba Tuhan di bawah.

Hamba yang Rendah Hati

Banyak diantara kita yang mengaku hamba Tuhan, mungkin karena memang sudah terlibat dalam berbagai kegiatan dan pelayanan di gereja. Namun sering kali didalam praktek kenyataannya banyak diantara kita belum menunjukkan citra seorang hamba Tuhan. Sehingga kita berbenturan dengan teman sepelayanan atau menjadi sandungan bagi umat atau sesama manusia. Sehingga Paulus menuliskan didalam suratnya untuk syarat seorang pelayan jemaat/ penilik jemaat ada persyaratannya. Hal ini dibuat supaya menghindarkan benturan-benturan yang tidak diinginkan.

Karakter seseorang memang berbeda satu dengan yang lainnya, Tuhan tahu itu. Tetapi bukanlah kita tidak dapat dipersatukan meskipun memiliki karakter yang berbeda. Kunci untuk kita sesama hamba Tuhan dapat bersatu adalah “KERENDAHAN HATI”. Inilah yang harus dimiliki dan dipertahankan oleh seorang hamba Tuhan. Tuhan Yesus telah menjadi teladan bagi kita dalam hal kerendahan hati.

Filipi 2:1-11 .

Siapakah kita ini sehingga kita menganggap kalau kita yang menjadikan pelayanan boleh berhasil? Mari kita bertobat kalau kita merasa orang yang paling berjasa atau dipentingkan dalam pelayanan.

Ketahuilah bahwa suatu anugerah jika kita boleh melayani pekerjaanNya. Tuhan Yesus berkata di dalam Yohanes 15:16-17, kita dipilih olehNya untuk menghasilkan buah dan saling mengasihi. Terkadang kita terlalu sibuk untuk mencari perhatian dan pujian serta harga diri. Oleh karena nilai-nilai inilah seorang hamba Tuhan kehilangan citra sebagai hamba Tuhan.

Apa kata Tuhan Yesus tentang hamba? Lukas 17: 7-10. Seorang hamba yang dilukiskan dalam ayat ini sepertinya tidak punya hak apa-apa untuk menuntut. Meskipun pelayanan kita tidak ada yang melihat, tidak ada nama kita disebut-sebut. Tidak ada yang berterima kasih kepada kita, tidak ada imbalan/uang dalam tugas yang dijalankan. Atau masih dipersalahkan meskipun kita sudah lakukan hal yang terbaik? Kurang atau bahkan tidak diperhatikan pemimpin kita padahal sudah menjalankan perintahnya? Apakah kita tetap menerima semuanya itu dengan ucapan syukur?

Tuhan Yesus memutuskan untuk memilih setia dan taat, bahkan taat sampai dikayu salib, menanggung yang semestinya kita tanggung. Namun Dia tahu, kita tidak mungkin kuat menanggungnya sehingga dengan kerendahan hati Dia tanggung semuanya dosa kita.

KERENDAHAN HATI adalah suatu hati yang rela ditegur, rela dinasehati, rela menerima masukan untuk membangun, rela dikoreksi, rela dibogkar dengan cara Tuhan dan melalui orang yang Tuhan tentukan, dimana semuanya itu untuk mengubahkan kita.

Terkadang Tuhan ijinkan orang-orang tertentu dipakai untuk membentuk kita sehingga menjadi hamba Tuhan yang sesuai firmanNya. Rasanya memang sakit, dikikis dan dibersihkan supaya kita lebih lagi dalam berbuah, untuk itulah kita dipanggil. Yohanes 15:2.

Sudahkah kita miliki hati hamba? Apakah kita iklas untuk dibentuk Tuhan sehingga kita memiliki hati seorang hamba?. Roma 8:28.

Semoga kita diberkati lewat daripada petikan artikel ini.Tuhan memberkati saudara/i dan saya.

Saya yang Rendah Hati,

Atunz

Tuesday, March 24, 2009

Berikan kuhati seperti hatiMU


Shalom saudara/i dalam kasih Tuhan,

Lama sudah kita tidak bersua lagi. Detik ini, saya ingin berkongsi mengenai "Brikan ku hati seperti hatiMu". Tajuk ini menarik perhatian saya dan saya juga telah membaca sebuah perkongsian mengenai tajuk ini. Memang seringkali kita selalu berkata kepada Tuhan bahwa kita ingin seperti Tuhan Yesus dalam pelbagai cara. Contohnya adalah melayani dan sebagainya. Tetapi apakah itu adalah apa yang Tuhan inginkan dalam setiap peribadi kita. Itulah persoalannya. Mari kita baca sebuah perkongsian di bawah daripada pengarangnya ialah

Roma Crist

"Kami melayani kaum marginal (pemulung, pengamen, tuna wisma, anak-anak jalanan) kurang lebih 150 orang setiap hari Sabtu sore jam 18:00. Kebaktian marginal ini kami sebut "Kebaktian Bina Kasih" dan bertampat di gedung gereja. Suatu saat, ketika kebaktian marginal selesai, seorang Ibu dengan 2 orang anak, satu perempuan dan satu laki-laki datang di pintu gereja, saat itu kami pengerja-pengerja akan "briefing", kemudian pulang. Kelihatannya mereka sangat kusam, kelaparan dan ternyata anak jalanan juga. Memang sering kali orang-orang tak mampu datang ke gereja dengan berbagai motivasi. Mulai dari yang ikut-ikutan saja, mengharapkan sedekah bantuan bahkan ada yang sampai memaksa.

Saya sebagai pengerja yang tiap sabtu melayani mereka, kira-kira sudah bisa membaca raut muka orang yang minta bantuan. Dan ketika Ibu ini minta bantuan, saya berkeinginan untuk memberi sedikit dari uang saya. Tetapi dengan adanya pengalaman-pengalaman sebelumnya dimana banyak anak jalanan yang sudah punya trik-trik tersendiri demi mendapatkan uang, akhirnya niat saya undur. Ditambah lagi teman-teman saya berkomentar,"jangan biasakan cepat menanggapi orang yang demikian, kita harus hati-hati".

Kebetulan masih ada sisa makanan dari kebaktian yang baru selesai, maka saya hanya memberi mereka nasi bungkus dan air mineral. Tetapi entah kenapa mereka bukannya saya suruh pergi tetapi saya ajak ngobrol, khususnya kedua anak yang sebenarnya bukan anak ibu tersebut, tetapi si Ibu sudah mengaggapnya sebagai anak menurut pengakuan anak-anak tersebut. Bercerita dengan mereka panjang lebar, maka kembali keinginan untuk memberi sedikit uang muncul di hati saya. Tetapi pikiran saya beranjak lagi kepada beberapa pengalaman dimana banyak anak jalanan yang mahir bersandiwara demi mendapatkan sesuatu.

Kemudian, sebelum saya menyuruh mereka pergi, saya mengajak rekan pengerja yang lain untuk berdoa bersama mereka. Ketika saya memimpin doa, saya tidak sanggup menahan air mata saya, belas kasihan Yesus begitu menyentuh hati saya. Ketika selesai berdoa kemudian mereka pergi keluar dari gereja. Dengan sisa air mata di pipi saya berlari mengejar mereka dan akhirnya melepaskan uang di dompet saya dan memberikan kepada mereka.

Malam hari ketika saya hendak tidur, saya merenungkan kejadian ini di kaki Tuhan. Dan saya mendapatkan teguran lembut di hati saya: masih adakah belas kasihan atau kecurigaan??. Masih adakah hati yang rela melayaniKU dengan tulus bukan karena kebiasaan?? masih adakah kepekaan untuk mereka yang sangat membutuhkan?? Apa yang kau punya berikan dengan rela tanpa menuntut balasan, itulah kasih dari Bapa Surgawi.

Kemudian saya menutup saat teduh dengan menghapus air mata sambil berkata kepada Yesus: "aku belum punya hati yang demikian, berilah anugerahMu untukku, aku mau punya hati yang rela"'. Lalu saya tidur dengan hati yang damai dan tenang dalam pelukan kasihNYA yang hangat."

Itulah cerita mengenai topik kita pada hari ini. Soalan pertanyaan ialah "masih adakah belas kasihan atau kecurigaan??. Masih adakah hati yang rela melayaniKU dengan tulus bukan karena kebiasaan?? masih adakah kepekaan untuk mereka yang sangat membutuhkan?? Apa yang kau punya berikan dengan rela tanpa menuntut balasan, itulah kasih dari Bapa Surgawi". Inilah yang Tuhan inginkan daripada kita. Renungkanlah perkongsian ini agar dapat menyadarkan kita.

Saya yang mengasihi,

Atunz