Tuesday, August 25, 2009

Percayalah kepada Tuhan


Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu,


dan janganlah bersandar



kepada pengertianmu sendiri" (Ams. 3:5) "




Kisah 3 pohon



Wonderful story


Memang benar kita semua punya mimpi-mimpi yang hancur dan Allah tetap berdiri di atas mimpi-mimpi kita yang hancur karena Dia memiliki mimpi yang lebih baik, lebih tinggi, lebih agung bagi kita... Alkisah, ada tiga pohon di dalam hutan. Suatu hari, ketiganya saling menceritakan mengenai harapan dan impian mereka. Pohon pertama berkata: "Kelak aku ingin menjadi peti harta karun. Aku akan diisi emas, perak dan berbagai batu permata dan semua orang akan mengagumi keindahannya" ..


Kemudian pohon kedua berkata: "Suatu hari kelak aku akan menjadi sebuah kapal yang besar. Aku akan mengangkut raja-raja dan berlayar ke ujung dunia. Aku akan menjadi kapal yang kuat dan setiap orang merasa aman berada dekat denganku". Lalu giliran pohon ketiga yang menyampaikan impiannya: "Aku ingin tumbuh menjadi pohon yang tertinggi di hutan di puncak bukit. Orang-orang akan memandangku dan berpikir betapa aku begitu dekat untuk menggapai surga dan TUHAN. Aku akan menjadi pohon terbesar sepanjang masa dan orang-orang akan mengingatku".


Setelah beberapa tahun berdoa agar impian terkabul, sekelompok penebang pohon datang dan menebang ketiga pohon itu... Pohon pertama dibawa ke tukang kayu. Ia sangat senang sebab ia tahu bahwa ia akan dibuat menjadi peti harta karun. Tetapi doanya tidak menjadi kenyataan karena tukang kayu membuatnya menjadi kotak tempat menaruh makanan ternak. Ia hanya diletakkan di kandang dan setiap hari diisi dengan jerami. Pohon kedua dibawa ke galangan kapal. Ia berpikir bahwa doanya menjadi kenyataan. Tetapi... ia dipotong-potong dan dibuat menjadi sebuah perahu nelayan yang sangat kecil. Impiannya menjadi kapal besar untuk mengangkut raja-raja telah berakhir. Pohon ketiga dipotong menjadi potongan-potongan kayu besar dan dibiarkan teronggok dalam gelap. Tahun demi tahun berganti..., dan ketiga pohon itu telah melupakan impiannya masing-masing.


Kemudian suatu hari.....Sepasang suami istri tiba di kandang. Sang istri melahirkan dan meletakkan bayinya di kotak tempat makanan ternak yang dibuat dari pohon pertama. Orang-orang datang dan menyembah bayi itu. Akhirnya pohon pertama sadar bahwa di dalamnya telah diletakkan harta terbesar sepanjang masa. Bertahun-tahun kemudian... Sekelompok laki-laki naik ke atas perahu nelayan yang dibuat dari pohon kedua.Di tengah danau, badai besar datang dan pohon kedua berfikir bahwa ia tidak cukup kuat untuk melindungi orang-orang di dalamnya. Tetapi salah seorang laki-laki itu berdiri dan berkata kepada badai: "Diam!!!" Tenanglah". Dan badai itupun berhenti. Ketika itu tahulah bahwa ia telah mengangkut Raja diatas segala raja.


Akhirnya... Seseorang datang dan mengambil pohon ketiga. Ia dipikul sepanjang jalan sementara orang-orang mengejek lelaki yang memikulnya.Laki-laki itu kemudian dipakukan di kayu ini dan mati di puncak bukit. dan pohon ketiga sadar bahwa ia demikian dekat dengan TUHAN, karena YESUSlah yang disalibkan padanya.....



KETIKA KEADAAN TIDAK SEPERTI YANG ENGKAU INGINKAN,


KETAHUILAH BAHWA TUHAN


MEMILIKI RENCANA UNTUKMU.


JIKA ENGKAU PERCAYA PADA-NYA , IA AKAN MEMBERIMU


BERKAT-BERKAT BESAR.


KETIGA POHON MENDAPATKAN APA YANG MEREKA INGINKAN,


TETAPI TIDAK DENGAN CARA


YANG SEPERTI MEREKA BAYANGKAN.


BEGITU JUGA DENGAN KITA, KITA TIDAK SELALU TAHU APA


RENCANA TUHAN BAGI KITA.


KITA HANYA TAHU BAHWA JALAN-NYA BUKANLAH JALAN KITA,


TETAPI JALAN-NYA WALAUPUN PEDIH BAGI KEMANUSIAAN KITA


ADALAH


YANG TERBAIK BAGI KITA, SELAMANYA..



"BERKAT BUAT ANDA SEMUA AMIN"


Monday, June 8, 2009

Kaka : I belong to Jesus


He's worshipped as a football god and has been offered more than $210 million to move to English club Manchester City. But Kaka's own faith has been placed in Milan and Jesus, as Oliver Brown reports.

When it comes to religious dedication to his football, Ricardo Izecson dos Santos Leite, or Kaka as he is better known, has been there, done it and bought the T-shirt. Perhaps the abiding image of the Champions League final in 2007 was of the Brazilian, having just inspired AC Milan to victory over Liverpool, stripping down to a vest with the message "I belong to Jesus" emblazoned across his chest.

Such devotion has been closely intertwined with Kaka's extraordinary playing career from the outset.

Just as he began refining his talents on the pitch as a child from a middle-class family in Brasilia so he learned, at 12, "that it is faith that decides whether something will happen or not".

The greatest test of that faith came six years later, when Kaka slipped on a swimming pool slide and broke a vertebra.

"The doctors said that I was lucky to be able to walk normally," he said. "They were talking about luck, and my family was talking about God. We knew that it was His hand that had saved me."

Kaka's background in Brasilia was distinguished by its middle-class characteristics. He was as far removed as could be conceived from his compatriot Ronaldo, who turned down the chance of a career at Flamengo, the biggest team in Rio de Janeiro.

Not only was Kaka driven to the training ground of Sao Paulo, his first club, he was a paid-up member of their sports and leisure centre.

The swimming-pool incident proved no barrier to him, and the recovery was rapid. Kaka made his debut for Sao Paulo the following year, scoring 22 goals in 49 games to attract the attention of the major European clubs.

Milan were his chief suitors and got their man, the playmaker moving to Italy in 2003 for €8.5 million.

Owner Silvio Berlusconi then described the fee as "peanuts", and he has subsequently been proved right, with Kaka breaking into the first team within a month and keeping his place ever since. At a stroke he defied the trend of raw Brazilian prodigies taking their time to adapt to the pace of the European game.

In his first season, Milan won the Serie A title, and it was at that time that Kaka first invested in his "I belong to Jesus" vest, and had the words "God is faithful" stitched on the tongues of his boots. Just in case there was any remaining doubt, his evangelical Christian faith was underlined in 2006 by his strong reaction against Middle Eastern reports that he had converted to Islam.

A major factor in Kaka's rumoured rejection of the lucrative Manchester City's overtures could be his studied aversion to materialistic concerns. He has claimed not to covet the standard footballer's distractions of fast cars and fast women, despite earning a wage believed to be about £145,000 ($290,000) a week.

As he put it once: "My family and my belief in God and Jesus are the things which determine my life. I do want to live my life in the right way and live my life close to God."

Indeed, such piety informs every aspect of his life. He identifies the Bible as his favourite book and gospel as his music of choice. He has also not been shy of boasting about his virginity until marrying in December 2005; his wife, Caroline Celico, is the daughter of the woman who represents Dior in Brazil.

Kaka's reputation as perhaps the most influential playmaker in the game has been sealed at Milan: he was the outstanding midfielder in the Champions League in 2005 even though the Italians suffered their wrenching defeat on penalties to Liverpool in the final in Istanbul.

He has regularly invited playing comparisons with Diego Maradona, and has seldom been far from the centre of transfer conjecture, as in 2006 when Real Madrid inquired about the possibility of signing him.

He has been an ever-present in the Brazil national team since their World Cup win in 2002, continuing to uphold his philosophy that, "We can win by being on Jesus's side."

Sunday, April 26, 2009

Kasih Yang Terutama...








Shalom kembali saudara/i dalam kasih Tuhan,

Selamat kita bertemu sekali lagi, kali ini saya ingin kongsikan kepada kita semua disini mengenai "Kasih yang terutama". Pasti kita tahu apakah itu kasih. Kali ini kasih yang saya kongsikan adalah kasih daripada Allah.

Saya ingin berkongsi pengalaman saya dimana saya telah menyimpan dendam terhadap seseorang peribadi. Pertama kali saya merasakan perasaan dendam yang amat mendalam karna saya amat dilukai waktu itu dengan seseorang.

Pada suatu masa pada pertengahan tahun 2006, saya terus terang katakan saya telah memutuskan hubungan saya dengan seseorang karna tidak kefahaman lagi dalam diri kami masing-masing. Pada waktu itu, amat perit sekali rasanya karna hubungan kami telah terjalin selama 3 tahun dan hubungan itu putus dengan mudahnya.

Pada ketika itu saya melanjutkan pelajaran saya di semenanjung Malaysia. Disebabkan terlalu jauh, kami pun putus dalam message(canggih katakan). So, waktu itu, perasaan dendam saya timbul dan semakin hari semakin dendam itu mengawal diri saya. Setelah putus pun, perasaan dendam itu membara dan membara. Dan kami menjadi kawan pun perasaan dendam masih timbul sehingga kami ber'message' pun saya dengan perasaan marah. Apa lagi kalau berbual melalui 'handphone'.

Sungguh susah untuk saya membuang perasaan dendam itu sehingga saya tidak mahu berjumpa sekalipun dengan dia walaupun hubungan kami telah putus. Sukar untuk saya memaafkan dia dan juga dia tidak tahu apa yang saya alami. Then saya pernah beritahu dia tentang perasaan ini dan dia merasa sedih apabila mendengar apa yang saya alami. Tapi dia mahupun saya pun tidak dapat mau berbuat apa-apa karna semua ini adalah perasaan masing-masing.

Saya berdoa dan berdoa kepada Tuhan mengapakah perasaan untuk mengampuni ini tidak pernah mahu untuk hilang sedikitpun. Setiap kali saya berdoa, saya hanya serahkan kepada Tuhan karna saya tahu Kasih Tuhan adalah yang amat terindah sekali dalam peribadi kita semua. Tuhan tidak pernah membiarkan kita mahupun meninggalkan kita. Bahkan pula untuk melupakan kita. Saya hanya perlukan kasih Tuhan yang terutama dalam kehidupan saya karna selama 2 tahun saya menyimpan perasaan dendam terhadapsi dia itu. Fuhh!! Parah rasanya karna saya suka untuk menyimpan perasaan untuk diri saya sahaja.

Pada pertengahan tahun 2008, saya dapat rasakan Kasih Tuhan dalam kehidupan. Selama saya berdoa, akhirnya doa saya dijawab oleh Tuhan. Tuhan telah memberikan kasihNya kepada saya sehingga merubah kehidupan saya menjadi seorang yang mengasihi Tuhan mahupun sesama manusia. Waduh!!! Sungguh indah rasanya bila hati saya dapat mengampuni dia dan juga mengasihi dia. Pada saat itu, kami pun berkawan seperti biasa tanpa perasaan dendam mahupun dengki sekalipun. Saya pernah beritahu dia yang saya tidak lagi berdendam dengan dia dan kami pun berkawan seperti orang lain. Amin Amin Amin.

Semoga saudara/i diberkati lewat kisah benar yang menimpa kehidupan saya. Sampai sekarangpun saya masih mengasihi semua kita tidak mengira bangsa dan agamadan juga mengasihi Tuhan adalah yang terutama. Puji Tuhan!!! "Good is good, all the time". Seperti firman Tuhan katakan dalam Matius 22: 37-40. Hukum yang terutama ialah"Kasihilah Tuhan, Allahmu dengan segenap hatimu dan segenap jiwamu dan segenap akal budimu" dan Hukum yang kedua terutama adalah "Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri". Amin.

Saya yang mengasihi,

Atunz

Friday, April 3, 2009

Ku Bersyukur PadaMu Tuhan




Shalom saudara/i dalam kasih Tuhan,

Bertemu kita sekali lagi dalam atunz's blog. Kali ini saya ingin berbicara mengenai "Ku Bersyukur PadaMu Tuhan". Topik ini saya ambik dari sebuah lagu iaitu "Tinggikan DiriMu". Lagu ini menyentuh peribadi saya sebagaimana lirik-lirik yang amat bermakna dalam peribadi saya. Mari kita lihat lirik lagu ini:

Tinggikan DiriMu

Ku bersyukur padaMu Tuhan
Atas kasih Mu,
Dan bermazmur bagi namaMu
Yang Kudus...

S'bab Engkau lah kebenaran,
PadaMu ku percaya,
Betapa muliaNya Tuhanku,
Ku rindu menyatakan...

c/o:
Tinggikan diriMu
Mengatasi langit
KemuliaanMu Tuhan
Mengatasi bumi...

Tinggikan diriMu
Mengatasi langit
KebesaranMu Tuhan
Mengatasi Bumi...

Ini lah lirik lagu tersebut dimana lagu ini telah banyak merubah kehidupan saya sebagai seorang peribadi yang takut akan Tuhan. Banyak yang telah Tuhan berikan dalam kehidupan saya. Sehingga Tuhan telah buka jalan kepada saya sampai sekarang saya berada di menara gading. Tuhan menyertai setiap langkah kita dimana saja kita berada.

Disini saya ingin katakan saya amat bersyukur kepada Tuhan dengan apa yang telah Tuhan sediakan bagi saya sehingga saya masih bernafas lagi saat ini. Saya percaya saudara/i sekalian juga merasakan bagaimana saya rasakan. Segala kebaikan Tuhan tidak pernah putus-putus walau sesaat pun dalam kehidupan kita. Sebab itulah kita harus bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan. Tuhanlah batu sandungan saya dan juga kekuatan saya. Semoga kalian juga begitu. Jangan kita lupa akan kebaikan Tuhan dalam kehiduapn kita dan juga jangan kita lupa berterima kasih kepada Tuhan.

Ada sebuah cerita yang saya pernah dengar yang mengatakan ada seorang peribadi dimana beliau dibawa ke surga untuk melihat keadaan di surga. Tuhan membawa dia ke bilik-bilik khas seperti bilik doa/permintaan dan sebagainya. Semasa melewati bilik-bilik tersebut,dia sungguh gembira bila ramai manusia berdoa kepada Tuhan. Tiba-tiba, beliau melewati sebuah bilik iaitu bilik ucapan SYUKUR, dia seolah-olah tersentuh hati bila melihat bilik tersebut kekadang ada ucapan syukur daripada manusia dan juga kekadang rasa sunyi. Dia pun terfikir apakah manusia mudah meminta tetapi sukar untuk memberikan ucapan syukur kepada Tuhan. Maka dia pun menceritakan apa yang berlaku di surga dan menyuruh umat Tuhan untuk bersyukur setiap hari.

Apa yang saya pelajari dari cerita ini adalah jangan kita mudah untuk meminta tetapi mudah lupa untuk bersyukur. Kita harus bersyukur senantiasa agar apapun yang kita lakukan dalam kehidupan akan berkenan di mata Tuhan. Saudara/i sekalian, semoga kita sentiasa bersyukur kepada Tuhan dan jangan hanya untuk meminta karna Tuhan punyai segala sesuatu yang indah pada waktunya.

Semoga kita diberkati lewat daripada cerita ini bahkan juga kita sentiasa bersyukur. Karna Tuhan sentiasa bersama dengan kita dan juga melihat setiap langkah kita walau dimana saja kita berada. Tuhan memberkati semua.

Saya yang bersyukur,

Atunz